Memahami Peran Ekstrakurikuler Reog dalam Kreativitas dan Apresiasi Seni Siswa
Kegiatan ekstrakurikuler Reog Sardulo Bimo Mudho di SMA Bima Ambulu membantu siswa mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kerja sama, dan apresiasi terhadap seni budaya lokal. Pembelajaran dilakukan melalui latihan praktik, eksplorasi gerak, pementasan, dan festival budaya
Dipahami oleh
Fajar Sidiq
Tanggal dipelajari
3 Juli 2026
Tanggal diterbitkan
3 Juli 2026
Sumber artikel
PERAN EKSTRAKURIKULER REOG SARDULO BIMO MUDHO DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN APRESIASI SENI SISWA
Penulis: Adinda Dwira Okta Hariska, Welly Suryandoko
Tahun: 2026
Jurnal / penerbit: Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Edisi sumber: Vol. 11 No. 02, Juni 2026
Link sumber resmi: https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/51987
Peta pembelajaran
Kategori ilmu
Pendidikan
Metode yang terlihat
Analisis yang terlihat
Pemahaman pembelajar
Ringkasan dengan kata-kata sendiri
Saya memahami bahwa ekstrakurikuler Reog Sardulo Bimo Mudho di SMA Bima Ambulu bukan hanya menjadi kegiatan latihan tari, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran seni dan budaya bagi siswa. Melalui latihan rutin, siswa mempelajari teknik gerak, karakter dalam Reog, musik pengiring, sejarah, serta filosofi yang terkandung dalam kesenian tersebut.Kegiatan pembelajaran dilakukan secara praktik dan partisipatif. Siswa tidak hanya mengikuti arahan pelatih, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi gerakan dan menyampaikan ide kreatif. Pelatih kemudian membantu menyempurnakan ide tersebut agar tetap sesuai dengan karakter dan pakem dasar kesenian Reog. Saya juga memahami bahwa keterlibatan siswa dalam pementasan dan festival budaya dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, serta rasa bangga terhadap budaya lokal. Dengan demikian, ekstrakurikuler Reog berperan dalam mengembangkan kreativitas dan apresiasi seni sekaligus membantu melestarikan budaya tradisional. Menurut saya, kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan sekolah secara konsisten, terutama melalui fasilitas, jadwal latihan, kesempatan tampil, dan pendampingan pelatih. Dukungan tersebut penting agar minat siswa terhadap kesenian tradisional dapat terus terjaga.
Tujuan
Apa yang ingin dijawab artikel?
Menurut pemahaman saya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler Reog Sardulo Bimo Mudho, strategi yang digunakan untuk mengembangkan kreativitas siswa, serta kontribusi kegiatan tersebut dalam meningkatkan kreativitas dan apresiasi seni siswa di SMA Bima Ambulu Jember.
Peta penelitian
Bagian penting yang dipahami
| Pendekatan / desain | Kualitatif - Deskriptif |
|---|---|
| Subjek / sampel / konteks | Pelatih sekaligus alumni, siswa dan siswi anggota aktif ekstrakurikuler Reog Sardulo Bimo Mudho |
| Variabel atau fokus | Proses pembelajaran, strategi pengembangan kreativitas, serta kontribusi ekstrakurikuler Reog Sardulo Bimo Mudho terhadap kreativitas dan apresiasi seni siswa |
| Instrumen | Observasi, Wawancara, Dokumentasi |
| Analisis data | Model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik |
Alur
Alur analisis yang dipelajari
Observasi, wawancara, dan dokumentasi → Reduksi data → Penyajian data secara deskriptif → Triangulasi sumber dan triangulasi teknik → Verifikasi data → Penarikan kesimpulan
Menurut artikel
Hasil utama yang dilaporkan
Menurut penulis artikel, ekstrakurikuler Reog Sardulo Bimo Mudho menerapkan pembelajaran berbasis praktik dan partisipatif. Melalui latihan rutin, eksplorasi gerak, pementasan, dan festival budaya, siswa mengalami perkembangan dalam kreativitas artistik, kerja sama, rasa percaya diri, tanggung jawab, serta apresiasi terhadap pelestarian budaya lokal
Catatan GreenroomID
Hal yang dipelajari
Saya belajar bahwa penelitian kualitatif deskriptif dapat digunakan untuk memahami proses pembelajaran seni secara mendalam dalam kondisi yang alami. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan peneliti berperan sebagai instrumen utama. Saya juga memahami bahwa data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, lalu diperkuat dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik
Pertanyaan metodologis
Hal yang perlu diperhatikan
1. Hal yang masih perlu diperhatikan adalah ketepatan penulisan beberapa sitasi dan daftar pustaka. Misalnya, sitasi “Karakter et al. (2022)” kurang mudah ditelusuri karena nama penulis dalam daftar pustaka terlihat tidak ditulis secara jelas dan konsisten. 2. Hal yang masih dapat diperjelas adalah dasar penetapan research gap. Artikel menyebutkan bahwa belum banyak penelitian mengenai ekstrakurikuler Reog di luar Ponorogo, tetapi hubungan antara keterbatasan penelitian terdahulu dan fokus penelitian ini dapat dijelaskan dengan lebih tegas. 3. Hal lain yang perlu dijelaskan lebih lanjut adalah bagaimana sekolah menjaga konsistensi pakem dasar kesenian Reog ketika kegiatan ekstrakurikuler tidak menggunakan silabus atau kurikulum formal. Penelitian dapat menjelaskan apakah terdapat program latihan internal, target pembelajaran, atau pedoman dari pelatih untuk menjaga keseimbangan antara inovasi siswa dan karakter dasar Reog.
Rujukan tambahan
Catatan referensi
Artikel ini dipilih karena menunjukkan bahwa kegiatan seni tradisional di sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya, tetapi juga dapat mengembangkan kreativitas, apresiasi seni, dan karakter siswa
Catatan pembelajaran dan hak cipta
Dokumen ini adalah hasil pembelajaran dan ulasan independen berdasarkan sumber yang dicantumkan. Ini bukan publikasi ulang, salinan, atau pengganti artikel sumber asli. Hak cipta artikel sumber tetap berada pada penulis dan penerbitnya.
Rujukan asli: https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/51987