Project

Membuat dan Mengelola Project di ChatGPT

Fokus: ChatGPT Plus • GPT-5.6 Sol • High Panduan ini dirancang agar seseorang dapat memulai project jangka panjang. misalnya skripsi, penelitian, pengembangan aplikasi, laporan, atau project kerja tanpa membuat konteks ChatGPT berantakan dan tanpa perlu membuat banyak file handoff.

Prinsip utama: gunakan Project untuk pekerjaan yang berkelanjutan. Pisahkan chat berdasarkan fungsi, lalu gunakan satu AI_CONTEXT.md yang role-neutral sebagai state bersama.

1. KAPAN HARUS MEMBUAT PROJECT?

Tidak semua percakapan perlu dibuat menjadi Project.

Project berguna ketika pekerjaan:

  • berlangsung dalam banyak tahap;
  • dikerjakan selama beberapa hari, minggu, atau bulan;
  • menggunakan file yang sama berulang kali;
  • membutuhkan beberapa chat dengan konteks yang saling berhubungan;
  • mempunyai keputusan yang harus tetap konsisten;
  • mempunyai progress yang perlu dilanjutkan dari waktu ke waktu.

Contoh yang sebaiknya menggunakan Project

  • Mengerjakan skripsi selama beberapa bulan.
  • Membangun aplikasi atau website.
  • Menyusun laporan magang secara bertahap.
  • Menjalankan penelitian.
  • Menyiapkan project bisnis atau pekerjaan jangka panjang.

Contoh yang tidak perlu menggunakan Project

  • Bertanya: Apa itu regresi?
  • Meminta solusi untuk satu error Windows.
  • Membandingkan dua laptop.
  • Bertanya tentang satu konsep yang selesai dalam satu percakapan.
  • Meminta penjelasan singkat yang tidak akan dilanjutkan menjadi project.
Aturan cepat: jika pertanyaan dapat selesai dalam satu percakapan dan tidak membutuhkan state bersama, gunakan chat biasa. Jika keputusan hari ini akan memengaruhi pekerjaan berikutnya, gunakan Project.

2. STRUKTUR PROJECT YANG DIREKOMENDASIKAN

Untuk project besar, gunakan tiga fungsi chat utama:

  1. Discussion Chat
  2. Main Brain Chat
  3. Implementation Chat

Tambahkan satu file bersama:

  • AI_CONTEXT.md

Struktur sederhananya:

  • AI_CONTEXT.md → state bersama dan role-neutral.
  • Discussion Chat → eksplorasi, alternatif, kritik, brainstorming.
  • Main Brain Chat → keputusan final, scope, prioritas, review, prompt.
  • Implementation Chat → mengerjakan satu tahap sampai selesai.
Jangan langsung membuat terlalu banyak chat permanen seperti Frontend Chat, Backend Chat, Database Chat, Testing Chat, dan sebagainya jika belum benar-benar dibutuhkan. Terlalu banyak chat dapat membuat konteks project tersebar.

3. DISCUSSION CHAT

Discussion Chat adalah tempat untuk berpikir bebas.

Gunakan Discussion ketika ingin:

  • membandingkan beberapa pilihan;
  • mencari ide;
  • mengkritik rencana;
  • membahas risiko;
  • mencari metodologi;
  • mengevaluasi keputusan;
  • bertanya bagaimana sebaiknya?

Discussion belum menghasilkan keputusan resmi.

Aturan Discussion

  • Boleh menggunakan bahasa santai.
  • Boleh menggunakan pertanyaan pendek.
  • Boleh berubah pikiran.
  • Boleh membandingkan banyak alternatif.
  • Tidak harus langsung menghasilkan keputusan final.
  • Tidak melakukan implementasi jika belum diperlukan.
  • Hasil akhirnya berupa rekomendasi atau kandidat keputusan untuk dibawa ke Main Brain.

Contoh

Kurang tepat jika langsung diputuskan:

Saya ingin pakai metode kualitatif. Langsung buat Bab 3.

Lebih tepat untuk Discussion:

Topik penelitian saya seperti ini. Bandingkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, jelaskan kelebihan, risiko, kebutuhan data, dan pilih mana yang paling realistis.


4. MAIN BRAIN CHAT

Main Brain berfungsi seperti project lead, tech lead, atau penjaga keputusan project.

Main Brain menerima hasil dari Discussion kemudian menentukan apa yang benar-benar akan digunakan.

Tugas Main Brain

  • menjaga scope project;
  • menjaga konsistensi keputusan;
  • menerima atau menolak hasil Discussion;
  • mengunci keputusan final;
  • menentukan prioritas;
  • menentukan next task;
  • membuat Implementation Prompt;
  • menilai laporan hasil Implementation;
  • menentukan REVISE atau APPROVE;
  • menentukan kapan checkpoint dibuat;
  • menentukan kapan AI_CONTEXT.md diperbarui.
Main Brain sebaiknya tidak digunakan untuk debugging atau pekerjaan implementasi yang sangat detail. Tujuannya adalah menjaga gambaran besar project tetap bersih.

5. IMPLEMENTATION CHAT

Implementation Chat berfungsi sebagai pekerja untuk satu tahap project.

Implementation tidak perlu mengetahui seluruh sejarah perdebatan project.

Ia cukup menerima:

  • state project terbaru;
  • keputusan yang sudah final;
  • task aktif;
  • batasan;
  • kriteria selesai;
  • file atau evidence yang relevan.

Aturan Implementation

  • Fokus pada satu task atau satu kelompok task yang sangat berkaitan.
  • Jangan memperluas scope sendiri.
  • Jangan mengubah keputusan Main Brain tanpa approval.
  • Kerjakan berdasarkan state aktual.
  • Laporkan hasil dan evidence.
  • Jika tahap sudah selesai dan di-approve, chat boleh ditutup.
  • Tahap berikutnya dapat menggunakan Implementation Chat baru.
Implementation Chat baru tidak perlu membaca seluruh Implementation Chat lama. Cukup berikan AI_CONTEXT.md terbaru dan Implementation Prompt terbaru.

6. AI_CONTEXT.MD

Gunakan satu AI_CONTEXT.md yang role-neutral.

File ini bukan Discussion, bukan Main Brain, dan bukan Implementation.

Fungsinya adalah menyimpan state project yang perlu diketahui semua role.

Isi yang disarankan

  • Identitas project.
  • Tujuan project.
  • Scope.
  • State saat ini.
  • Keputusan yang sudah dikunci.
  • File atau data penting.
  • Constraint.
  • Checkpoint terakhir.
  • Pending decision.
  • Next task.
  • Evidence dan hasil verifikasi.
Jangan menulis role permanen seperti Kamu adalah Implementation Engineer di dalam AI_CONTEXT.md. Role diberikan oleh chat yang menerima file.

7. PISAHKAN STATE AUTHORITY DAN DECISION AUTHORITY

Dua hal ini jangan dicampur.

State Authority

Menjawab:

Apa yang benar-benar ada sekarang?

Urutan umumnya:

  1. File, repository, atau dokumen aktual.
  2. Data atau evidence aktual.
  3. Working state aktual.
  4. Checkpoint terakhir.
  5. AI_CONTEXT.md sebagai snapshot state.

Decision Authority

Menjawab:

Apa yang boleh dilakukan?

Urutannya:

  1. Keputusan Main Brain yang sudah dikunci.
  2. Prompt task aktif.
  3. Scope aktif.
  4. Constraint aktif.
Repository menentukan apa yang ada. Main Brain menentukan apa yang boleh dilakukan.

8. CARA BERBICARA DENGAN GPT-5.6 SOL HIGH

Gunakan bahasa yang paling natural.

Bahasa Indonesia sudah cukup.

Bahasa Inggris tidak otomatis membuat GPT-5.6 Sol High menjadi lebih cerdas.

Istilah teknis boleh tetap menggunakan bahasa Inggris jika memang lebih jelas, misalnya:

  • commit
  • branch
  • deployment
  • authentication
  • endpoint
  • middleware
  • working tree

Contoh penggunaan natural:

Coba cek apakah authentication flow ini aman sebelum kita commit.

Itu sudah cukup.


9. PERTANYAAN SEDERHANA = PROMPT SEDERHANA

Untuk pertanyaan umum, jangan membuat prompt terlalu panjang.

Contoh

Apa bedanya JWT dan session?

Sudah cukup.

Tidak perlu menambahkan:

Anda adalah seorang senior software architect dengan pengalaman 20 tahun...

jika informasi tersebut tidak mengubah jawaban.

Prompt panjang tidak selalu lebih bagus. Prompt bagus adalah prompt yang mempunyai informasi relevan dan permintaan yang jelas.

10. PEKERJAAN KOMPLEKS = EMPAT KOMPONEN

Untuk task penting, gunakan empat bagian sederhana:

KONTEKS

Apa yang sedang dikerjakan?

TUJUAN

Apa hasil yang ingin dicapai?

BATASAN

Apa yang harus atau tidak boleh dilakukan?

PERMINTAAN

Apa yang harus dikerjakan sekarang?

Contoh

Saya sedang mengerjakan skripsi mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran. Saya ingin menentukan metode penelitian yang realistis. Penelitian harus dapat dilakukan dengan biaya rendah dan waktu terbatas. Bandingkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, pilih yang paling realistis, lalu jelaskan alasannya.


11. MANFAATKAN KONTEKS CHAT YANG SUDAH ADA

Jika pembicaraan masih berada dalam masalah yang sama, tidak perlu mengulang seluruh konteks.

Anda boleh bertanya:

  • Kalau pakai pilihan kedua bagaimana?
  • Apa risikonya?
  • Kenapa?
  • Kalau bagian ini diubah bagaimana?

Selama referensinya masih jelas di chat yang sama.


12. KAPAN TETAP DI CHAT LAMA?

Tetap di chat yang sama jika:

  • masih membahas masalah yang sama;
  • jawaban baru bergantung pada pembahasan sebelumnya;
  • belum mencapai checkpoint;
  • belum ada keputusan final;
  • konteks masih bersih;
  • tujuan chat belum berubah.

Contoh

Satu Discussion Chat dapat membahas:

  1. topik penelitian;
  2. gap penelitian;
  3. pilihan metode;
  4. subjek penelitian;
  5. risiko;
  6. alternatif judul.

Tidak perlu membuat enam chat terpisah.


13. KAPAN MEMBUAT CHAT BARU?

Buat chat baru jika:

  • tujuan berubah cukup jauh;
  • tahap Implementation sudah selesai;
  • checkpoint sudah tercapai;
  • konteks lama mulai penuh noise;
  • banyak keputusan lama sudah tidak relevan;
  • ingin memulai task baru menggunakan AI_CONTEXT.md terbaru.
Jangan membuat chat baru hanya karena chat terlihat panjang. Buat chat baru karena fungsi, tujuan, atau state berubah.

14. CARA MENGGUNAKAN SOL HIGH SECARA EFISIEN

Untuk ChatGPT Plus + GPT-5.6 Sol High, jangan terlalu fokus menghitung token percakapan secara manual.

Lebih penting memastikan setiap request menghasilkan nilai yang jelas.

Prinsip efisiensi

  • Gabungkan pertanyaan yang saling berkaitan.
  • Hindari bolak-balik kecil yang tidak perlu.
  • Jangan meminta ulang informasi yang sudah tersedia.
  • Jangan mengulang konteks panjang jika masih jelas.
  • Simpan keputusan final ke AI_CONTEXT.md.
  • Gunakan Discussion untuk debat dan eksplorasi.
  • Gunakan Implementation untuk eksekusi.
  • Buat Implementation baru setelah checkpoint, bukan setiap submasalah.
  • Gunakan file aktual sebagai sumber utama jika tersedia.

Contoh kurang efisien

  1. Topik ini bagus?
  2. Kualitatif atau kuantitatif?
  3. Kalau kualitatif pakai apa?
  4. Narasumbernya siapa?
  5. Judul finalnya bagaimana?

Contoh lebih efisien

Saya mempertimbangkan topik X. Bandingkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, pilih yang paling realistis untuk kondisi saya, tentukan subjek, metode pengumpulan data, risiko, lalu usulkan tiga judul final.

Gabungkan hanya pertanyaan yang masih berada dalam satu masalah. Jangan memasukkan banyak topik yang tidak berhubungan hanya untuk menghemat satu pesan.

15. CONTOH STRUKTUR PROJECT SKRIPSI

Project Skripsi dapat disusun seperti berikut:

  • Project Instructions
  • AI_CONTEXT.md
  • Discussion Chat
  • Main Brain Chat
  • Implementation #1 — proposal atau outline awal
  • Implementation #2 — kajian pustaka atau previous studies
  • Implementation #3 — metode atau instrumen
  • Implementation #4 — pengolahan hasil
  • Implementation #5 — pembahasan
  • Implementation berikutnya sesuai kebutuhan

Fungsi Discussion pada skripsi

Digunakan untuk membahas:

  • topik;
  • gap penelitian;
  • kebaruan;
  • kelayakan;
  • metode;
  • subjek;
  • lokasi;
  • risiko;
  • pilihan judul.

Fungsi Main Brain pada skripsi

Digunakan untuk:

  • mengunci judul;
  • mengunci metode;
  • menentukan roadmap;
  • menjaga hubungan antar-bab;
  • menilai hasil Implementation;
  • menentukan revisi;
  • menentukan task berikutnya.

Fungsi Implementation pada skripsi

Digunakan untuk:

  • menyusun outline;
  • membantu menulis bagian tertentu;
  • memperbaiki struktur;
  • memeriksa konsistensi;
  • mengolah data sesuai instruksi;
  • membantu membuat tabel;
  • menyiapkan revisi tertentu.
Untuk skripsi, AI sebaiknya membantu struktur, analisis, pencarian celah, revisi bahasa, dan pengecekan konsistensi. Data, sumber, kutipan, temuan, dan keputusan akademik tetap harus dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan oleh penulis.

16. TEMPLATE AI_CONTEXT UNTUK SKRIPSI

Gunakan struktur seperti berikut:

PROJECT

  • Judul kerja: [judul]
  • Program studi: [prodi]
  • Target: [proposal / seminar / sidang / wisuda]

STATE SAAT INI

  • Topik: [isi]
  • Judul: [DRAFT / LOCKED]
  • Metode: [isi]
  • Lokasi atau subjek: [isi]
  • Bab selesai: [isi]

KEPUTUSAN TERKUNCI

  • Pendekatan: [isi]
  • Variabel atau fokus: [isi]
  • Sumber data utama: [isi]

CONSTRAINT

  • Panduan kampus: [isi]
  • Batas waktu: [isi]
  • Format sitasi: [isi]

FILE ATAU EVIDENCE UTAMA

  • [Pedoman skripsi]
  • [Proposal terbaru]
  • [Data]
  • [Transkrip]
  • [Referensi utama]

PENDING DECISION

  • [isi]

NEXT TASK

  • [isi]

CHECKPOINT TERAKHIR

  • [isi]

17. CONTOH ALUR KERJA PROJECT SKRIPSI

  1. Discussion membahas topik dan alternatif penelitian.
  2. Hasil Discussion dikirim ke Main Brain.
  3. Main Brain memilih keputusan yang paling defensible.
  4. Main Brain mengunci keputusan.
  5. Main Brain menentukan next task.
  6. Main Brain membuat Implementation Prompt.
  7. AI_CONTEXT.md dan Implementation Prompt diberikan ke Implementation Chat.
  8. Implementation mengerjakan task.
  9. Implementation memberikan hasil atau evidence.
  10. Hasil dikirim kembali ke Main Brain.
  11. Main Brain memilih REVISE atau APPROVE.
  12. Jika REVISE, hasil dikembalikan untuk diperbaiki.
  13. Jika APPROVE, buat checkpoint.
  14. Perbarui AI_CONTEXT.md.
  15. Mulai task berikutnya.

18. TEMPLATE PEMBUKA DISCUSSION CHAT

ROLE: DISCUSSION

Saya sedang mengerjakan project [NAMA PROJECT].

Gunakan AI_CONTEXT.md sebagai state project terbaru.

Fokus chat ini adalah eksplorasi dan evaluasi, bukan eksekusi.

Bantu saya:

  • membandingkan alternatif;
  • menemukan risiko;
  • mengevaluasi pilihan;
  • menghasilkan rekomendasi yang dapat dibawa ke Main Brain.

Topik yang ingin saya bahas sekarang:

[TOPIK]


19. TEMPLATE PEMBUKA MAIN BRAIN CHAT

ROLE: MAIN BRAIN

Gunakan AI_CONTEXT.md sebagai state bersama project.

Tugas utama:

  • menjaga scope dan konsistensi;
  • menilai hasil Discussion;
  • mengunci keputusan;
  • menentukan next task;
  • membuat Implementation Prompt;
  • review hasil Implementation;
  • menentukan REVISE atau APPROVE;
  • menentukan kapan AI_CONTEXT.md perlu diperbarui.

20. TEMPLATE PEMBUKA IMPLEMENTATION CHAT

ROLE: IMPLEMENTATION

Gunakan AI_CONTEXT.md sebagai state project terbaru.

Kerjakan hanya Implementation Prompt aktif dari Main Brain.

Jangan:

  • memperluas scope;
  • membuka kembali keputusan yang sudah dikunci;
  • mengubah keputusan besar tanpa approval.

Implementation Prompt:

[TEMPEL PROMPT DARI MAIN BRAIN]


21. PROJECT INSTRUCTIONS VS AI_CONTEXT

Keduanya mempunyai fungsi berbeda.

Masukkan ke Project Instructions

  • workflow tetap;
  • aturan kerja;
  • bahasa atau format umum;
  • aturan role;
  • mekanisme approval;
  • kebijakan penggunaan sumber;
  • larangan tetap.

Masukkan ke AI_CONTEXT.md

  • status project saat ini;
  • keputusan terbaru;
  • checkpoint terakhir;
  • file aktif;
  • data aktif;
  • pending decision;
  • next task;
  • evidence terbaru.
Project Instructions berisi aturan yang relatif stabil. AI_CONTEXT.md berisi state yang terus berubah.

22. SIKLUS PROJECT YANG DISARANKAN

  1. Buat Project.
  2. Tetapkan Project Instructions.
  3. Buat satu AI_CONTEXT.md role-neutral.
  4. Discussion melakukan eksplorasi.
  5. Main Brain mengunci keputusan.
  6. Main Brain membuat Implementation Prompt.
  7. Implementation mengerjakan task.
  8. Implementation melaporkan hasil dan evidence.
  9. Main Brain melakukan review.
  10. Jika perlu, lakukan REVISE.
  11. Jika selesai, lakukan APPROVE.
  12. Buat checkpoint.
  13. Perbarui AI_CONTEXT.md.
  14. Jika tahap selesai, buat Implementation Chat baru.
  15. Ulangi sampai project selesai.

23. CHECKLIST SEBELUM MEMULAI PROJECT BARU

  • Apakah pekerjaan ini benar-benar membutuhkan Project?
  • Apakah tujuan project sudah dapat dijelaskan dalam satu atau dua kalimat?
  • Apakah Project Instructions hanya berisi aturan yang stabil?
  • Apakah AI_CONTEXT.md sudah role-neutral?
  • Apakah Discussion, Main Brain, dan Implementation mempunyai tanggung jawab berbeda?
  • Apakah keputusan final akan dicatat?
  • Apakah checkpoint sudah didefinisikan?
  • Apakah next task selalu diperbarui?
  • Apakah chat baru dibuat berdasarkan perubahan tujuan atau tahap, bukan sekadar karena chat panjang?

24. RINGKASAN

PROJECT

Gunakan untuk pekerjaan berkelanjutan yang membutuhkan banyak tahap, file, keputusan, dan konteks bersama.

DISCUSSION

Tempat eksplorasi. Boleh santai, banyak alternatif, dan belum final.

MAIN BRAIN

Penjaga keputusan, scope, roadmap, review, dan Implementation Prompt.

IMPLEMENTATION

Eksekusi satu tahap berdasarkan state terbaru dan prompt yang sudah disetujui.

AI_CONTEXT

Satu file role-neutral yang menyimpan state, keputusan, checkpoint, constraint, evidence, dan next task.

PROMPT

Gunakan pertanyaan sederhana untuk masalah sederhana.

Untuk pekerjaan kompleks gunakan:

  • konteks;
  • tujuan;
  • batasan;
  • permintaan.

BAHASA

Gunakan Bahasa Indonesia secara natural.

Bahasa Inggris hanya digunakan jika istilah, sumber, atau kebutuhan project memang lebih jelas dalam bahasa Inggris.

EFISIENSI SOL HIGH

Kurangi bolak-balik yang tidak perlu, gabungkan pertanyaan yang berkaitan, manfaatkan konteks yang sudah ada, dan pindahkan keputusan final ke AI_CONTEXT.md.


PRINSIP TERAKHIR

Jangan mencoba membuat setiap prompt terlihat canggih. Tujuannya bukan menjadi ahli prompt, tetapi memberikan konteks yang cukup, tujuan yang jelas, dan batasan yang relevan agar GPT-5.6 Sol High dapat membantu secara akurat.
Untuk project besar, jaga sistem tetap sederhana: Discussion untuk berpikir, Main Brain untuk memutuskan, Implementation untuk mengerjakan, dan AI_CONTEXT untuk mengingat state project.